![]() |
sumber foto: Pinterest |
Penulis: Annarie
Penyunting: Nika Halida
Penyunting: Nika Halida
Musik memang penenang yang ampuh bagi sebagian besar orang. Ketika sedang jenuh, stres, ingin menangis, atau butuh sesuatu untuk mendistraksi diri, melodi yang enak didengar dan lirik yang menyentuh seringkali berhasil memperbaiki suasana hati. Lagu-lagu seperti ini tentunya bisa berasal dari siapa saja, termasuk artis luar negeri yang berlainan bahasa dengan kita. Salah satu musisi mancanegara yang tengah naik daun berkat pesonanya di atas panggung dan lirik setiap lagu yang menyentuh lagi edukatif adalah BTS.
BTS merupakan boy group asal Korea Selatan yang meraih kesuksesan internasional dan berhasil memecahkan banyak rekor, baik secara penjualan album maupun secara popularitas. Meskipun berasal dari agensi super kecil dan harus meniti karir dengan terseok-seok sejak 2013, posisi mereka dapat dikatakan sangat stabil. Mereka juga mempergunakan kedudukan itu untuk menyebarkan energi positif melalui musik yang mereka buat. Sekarang, mereka tengah disibukkan dengan persiapan album baru yang pre-order-nya bahkan sudah mencapai 4 juta kopi.
Di antara banyak lagu yang sudah diproduksi, ada beberapa lagu yang mengandung lirik tidak biasa dengan menceritakan berbagai hal yang jarang diketahui orang banyak. Tidak hanya menyentuh, lirik lagu berikut juga dapat dikategorikan sebagai lagu-kagu yang dapat memperluas wawasan.
1. “Whalien 52” dari Album The Most Beautiful Moment Part 2.
Lagu ini mengisahkan mamalia paling kesepian di dunia, adalah 52 Hz Whale yang ditemukan pertama kali di Samudra Pasifik. Paus adalah hewan yang hidup berkelompok. Satu kelompok dapat terdiri dari 6—10 paus dewasa, yang biasanya bermigrasi setiap tahun pada pergantian musim. Paus berkomunikasi melalui frekuensi yang mempunyai rentang 12—25 Hertz.
Akan tetapi, ada kasus paus abnormal yang berfrekuensi 52 Hertz sehingga tidak ada paus lain yang mampu mendengar panggilannya pun ia sendiri tidak mampu mendengar suara kawanannya. Para ilmuwan kemudian berusaha menemukan paus itu dan mengubah frekuensi yang dikeluarkannya menjadi sesuai dengan rentang frekuensi paus pada umumnya, agar kawanannya dapat menemukan paus kesepian ini.
BTS mengibaratkan dirinya sebagai 52 Hertz Whale. Mereka menciptakan musik yang ingin mereka sampaikan kepada publik namun tidak ada yang mendengarnya, tidak ada yang memerhatikannya. Namun, mereka tidak berhenti bernyanyi dan menghasilkan musik sampai akhirnya, ARMY, sebutan untuk fans BTS, dapat mendengar, meraih, dan menemani mereka.
2. “Silver Spoon” dari Album The Most Beautiful Moment Part 2
Di Korea Selatan, dikenal istilah golden spoon dan silver spoon. Golden spoon adalah istilah yang merujuk kepada kalangan yang mempunyai kehidupan beruntung, kaya raya, dan tidak perlu bekerja susah-susah untuk menjadi sukses. Sedangkan, silver spoon merupakan kalangan yang tidak mempunyai banyak privilege sehingga harus benar-benar berusaha untuk meraih mimpi yang mereka punya.
Di dalam lagu ini, selain istilah silver spoon, BTS juga menggunakan analogi crow tit dan stork. Crow tit merupakan burung gagak Korea berkaki kecil, sedangkan stork adalah burung bangau yang memiliki kaki panjang. Hal ini menggambarkan posisi seseorang berkaki pendek (tidak mempunyai privilege) yang harus bekerja ekstra agar mampu berada di posisi seseorang berkaki panjang (mempunyai banyak privilege). Dalam rangka mencapai impian, kaum sliver spoon dan crow tit menawarkan kerja keras mati-matian dan tekad yang kuat.
BTS tidak mempunyai privilege ketika memulai karirnya sebagai boy group. Mereka tidak berasal dari tiga perusahaan besar utama di industri hiburan Korea Selatan, sehingga pada awalnya, mereka belum mempunyai banyak penggemar dan mengalami kesulitan secara finansial. Akan tetapi, melalui lagu ini, mereka menunjukkan bahwa effort mereka sebagai kalangan silver spoon berhasil menaikkan derajat mereka bahkan jauh melampaui musisi yang sudah mempunyai privileges sejak awal.
3. “Butterfly” dari Album The Most Beautiful Moment in Life: Young Forever
Lirik dalam lagu ini mengandung istilah butterfly effect yang diprakarsai oleh matematikawan dan ahli meteorologi asal Amerika Serikat, Edward Lorenz. Butterfly effect kini merupakan cabang ilmu matematika teori kekacauan yang menyatakan bahwa perubahan kecil dan sederhana di awal dapat menghasilkan sesuatu yang sama sekali berbeda di akhir. Teori ini dikaitkan dengan efek kepakan sayap kupu-kupu di Brazil yang dapat menciptakan angin tornado di Texas. Lagu ini berkaitan dengan teori lagu-lagu BTS yang menceritakan upaya penyelamatan member lain oleh member tertua BTS melalui perjalanan waktu.
4. “Pied Piper” dari Album Love Yourself: Her
Pada tahun 1284, penduduk Kota Hamelin mengalami serangan tikus besar-besaran di kotanya. Kerugian dan kegelisahan yang timbul membuat penduduk kota menyewa peniup suling ajaib untuk mengusir tikus-tikus di kota tersebut. Benar saja, si peniup suling mampu menggiring pergi seluruh tikus di Hamelin berkat alunan melodi dari suling ajaibnya. Sayangnya, penduduk kota melanggar kontrak yang sudah mereka buat. Oleh sebab itu, si peniup suling kemudian memainkan kembali suling ajaibnya dan menggiring seluruh anak di Hamelin pergi dari kota dan mengikutinya.
Lagu ini sesungguhnya merupakan sindiran bagi ARMY. Mengapa? Sama seperti peniup suling yang mampu menghipnotis anak-anak untuk mengikutinya dibanding mendengar perintah orang tua mereka untuk tetap tinggal di Hamelin, BTS merasa mereka juga melakukan hal yang sama. Tidak bisa dipungkiri, banyak ARMY yang melalaikan tanggung jawab pendidikan, pekerjaan, dan tugasnya di rumah hanya karena terlalu fokus pada BTS. Melalui lagu ini, BTS mencoba untuk “menyadarkan” ARMY agar tidak hanya memusatkan seluruh kehidupan mereka kepada BTS dan tetap melakukan apa yang semestinya mereka lakukan.
5. “The Truth Untold” dari Album Love Yourself: Tear.
Lagu yang dikerjakan bersama Steve Aoki ini mengambil cerita sedih dari sebuah kota kecil di Italia berjudul La Citta di Smeraldo. Dikisahkan ada seorang lelaki berwajah buruk yang tinggal menyendiri di istana. Ia tidak pernah keluar karena tidak mau membuat orang-orang ketakutan saat melihat wajahnya, sekaligus merasa malu dengan kondisi fisiknya. Suatu hari, ada seorang gadis manis yang bermain ke kebun istananya dan memetiki bunga di sana. Hal ini berlanjut dari hari ke hari, tanpa disadari, si pria berwajah buruk mulai menaruh hati pada gadis ini.
Selang beberapa waktu, lelaki ini memutuskan untuk meninggalkan istana dan mengikuti gadis yang disayanginya diam-diam. Rupanya, gadis ini menjual bunga yang dipetikinya untuk menghidupi hidupnya yang miskin dan melarat. Melihat kenyataan di hadapannya, lelaki ini langsung kembali ke istana dan bekerja keras meracik bunga langka yang dapat dijual dengan harga tinggi. Bunga itu kemudian dinamainya smeraldo.
Lelaki buruk rupa ini tetap merasa malu dan takut akan menakuti gadis impiannya. Butuh waktu lama bagi dirinya untuk mempersiapkan diri dan memberikan smeraldo ciptaannya. Sayangnya, ketika ingin memberikan bunga tersebut setelah sekian lama membangun keberanian, gadis itu diketahuinya telah meninggal.
Lagu ini menceritakan BTS dan tentunya sebagian besar dari kita. BTS, sebagai artis terkenal, seringkali ketakutan untuk menunjukkan sisi mereka yang sebenarnya. Lapisan topeng harus mereka gunakan untuk membuat persepsi publik terus positif mengenai diri mereka. Sama halnya dengan kita yang terus menerus mengganti topeng di setiap kondisi untuk memastikan semuanya baik-baik saja. Kita dinilai baik dengan topeng, namun lambat laun justu kehilangan kasih terhadap diri sendiri.
6. “Jamais Vu” dari Album Map of the Soul: Persona
Istilah jamais vu merupakan istilah dalam bahasa Perancis yang berarti sesuatu yang pernah dilihat atau pernah dilakukan sebelumnya namun untuk alasan yang tidak diketahui, terasa tidak familier. Mudahnya, jamais vu merupakan kebalikan dari deja vu. Sama seperti “Butterfly”, lagu ini berkaitan dengan teori BTS. (Teori BTS sesungguhnya sangat menarik untuk dibahas, namun tidak mungkin dituliskan di sini. Lain kali, aku akan membahas tentangnya lebih lanjut, ya!)
7. “Black Swan” dari Album Map of The Soul: 7
Lagu yang baru dirilis pada Januari 2020 ini menggemparkan ARMY di seluruh dunia. Selain karena perilisannya yang tidak biasa—BTS dan artis Korea lainnya biasanya merilis title track bersamaan dengan album dan tidak pernah merilis side track terlebih dahulu seperti ini—lagu ini juga menunjukkan warna musik baru.
Black swan merupakan hasil temuan Willem de Vlamingh pada tahun 1600-an. Ketika semua orang mengira hanya ada angsa berwarna putih, beliau justru menemukan angsa berbulu hitam di Sungai Swan. Black swan kemudian memunculkan berbagai pemikiran yang salah satunya adalah ketika seseorang memutuskan untuk menjadi berbeda dari yang umumnya ada, ia mungkin akan dihakimi oleh orang-orang di sekitarnya. Namun pada akhirnya, he/she stays original and unique sehingga ia bebas menentukan keinginan sendiri tanpa perlu mementingkan pandangan orang lain.
Selain itu, lagu ini juga menceritakan kekhawatiran BTS sebagai seorang seniman. Dikatakan bahwa kematian pertama seorang seniman adalah sewaktu hasrat untuk mencipta karya menghilang. Hasrat dan keinginan yang dulu berapi-api dan seakan adalah satu-satunya alasan untuk bertahan hidup terkikis dan tergantikan oleh hal lain, seperti uang, popularitas, dan tuntutan publik. Akan tetapi, lagu ini juga memuat bagian yang indah karena BTS akan bertekad sekuat tenaga untuk melawan semua kekhawatiran dan ketakutan yang menghinggapi mereka. Mereka percaya bahwa pada akhirnya, musiklah yang menjadi salah satu alasan mereka berjuang sampai sejauh ini.
Yoongi, salah satu member BTS, pernah berkata, “You’ll like BTS music if you listen without prejudice.” Jika saja tidak ada embel-embel, BTS tidak bernyanyi dengan bahasa yang dimengerti semua orang, BTS hanya sekumpulan pria cantik yang melakukan operasi plastik, BTS hanya disukai sekumpulan perempuan muda yang histeris, dan pemikiran negatif lainnya. Sesungguhnya, lagu-lagu mereka memang sebagus itu dan sangat layak untuk diapresiasi. Bukan hanya BTS, musisi-musisi lain yang berbeda dari yang umumnya ada pun begitu. Musik benar-benar sesuatu yang indah, sesuatu yang melampaui batas-batas kebahasaan, dan sesuatu yang layak diapresiasi tanpa prejudice apa-apa.
0 Komentar