Oleh : Muhammad Irsyad
![]() |
creativemarket.com |
Gregor masih berlari pagi di sebuah stadion megah. Stadion Olahup namanya. Gregor terus berlari dan hampir berlari satu putaran, namun selangkah sebelum putaran pertama tiba-tiba ia melihat sebuah cahaya yang sangat terang di depan matanya, tapi ia tidak menghiraukan dan masih berlari. Sampai kemudian ia pun tersadar bahwa ia sudah tidak berada di stadion itu, tapi ia terus berlari karena entah mengapa ada yang membisikannya untuk tidak berhenti.
“Nah bagus begitu manusia jangan sekali-kali engkau berhenti berlari.” Ucap seekor makhluk hitam seperti kelelawar yang terbang disampingnya dan terus mengikutinya, hanya saja bentuknya bulat seperti bola basket."
“Dimana aku? Kenapa sekarang aku ada di padang rumput?” Tanya Gregor terkejut, namun ia masih berlari.
“Haha kau sedang di uji, sudahlah teruslah berlari mengitari padang rumput ini seperti saat kau mengitari stadion tadi.” Kata makhluk aneh itu sambil tersenyum jahat.
“Memang apa yang akan terjadi kalau aku berhenti berlari sekarang?” Ucap Gregor sambil terus berlari.
“Kau akan terdampar disini selamanya, selamanya” ucap makhluk itu.”
“Apa kau bilang?” Ucap Gregor panik.
“Tak ada waktu untuk bertanya dan sebaiknya kau memperhatikan akan apa yang ada di belakangmu sekarang hahahaha”
Sambil berlari Gregor pun menengok ke arah belakang dan ia pun terkejut dengan apa yang ia lihat. Dua ekor singa betina mengejarnya dengan penuh nafsu, sepertinya kedua singa tersebut sedang kelaparan.
“Sinting! Mati aku mati!” Kata Gregor sambil menambah kecepatannya.
Gregor pun berlari sekencang mungkin dan bahkan Gregor pun belum pernah berlari sekencang ini dalam hidupnya, akan tetapi Gregor bukanlah tandingan bagi kedua singa tersebut dan kedua singa itu pun mempertipis jarak dengan Gregor. Dengan menggunakan seluruh tenaga dalam dirinya, Gregor pun terus berlari tanpa menoleh sedikit pun. Kemudian salah satu singa tersebut hanya tinggal berjarak 1 meter dengan Gregor, singa tersebut pun melompat mengincar punggung Gregor. Kuku-kukunya yang tajam berhasil merobek baju Gregor, akan tetapi sesaat sebelum mengenai punggung Gregor, Gregor telah berhasil menempuh jarak yang sama seperti saat ia memutari lapangan Olahup, dengan kata lain Gregor telah berhasil mencapai putaran kedua. Tiba-tiba cahaya itu muncul lagi dihadapannya dan Gregor pun pindah ke tempat lain.
Kali ini ia berada di sebuah ruangan seukuran kamar mandi normal pada umumnya “Hahaha jangan berhenti Gregor, teruslah berlari sebanyak langkah kakimu tadi.” ucap makhluk aneh itu. Gregor pun tetap berlari mengitari ruangan yang sempit itu “Hahaha cepatlah Gregor ada yang mendekat jangan sampai kau dihentikan olehnya.
“Kau sudah sinting ya! Aku hampir mati tadi, kembalikan aku makhluk aneh! Dan juga mengapa sekarang disini? Kamar mandi siapa ini?” Ucap Gregor sambil ngos-ngosan sekaligus dengan nada kesal sambil berlari berputar-putar di kamar mandi sempit itu.
“Hahahaha ini adalah kamar mandi umum dan saat ini ada orang yang sedang ingin buang air Hahaha. Lari terus lari Gregor hahaahha.”
“Hei bangsat cepat keluar aku sudah tak tahan, kau sedang apasih sebenarnya.” Ucap orang yang sedang menahan air besar itu kesal.
“Sabar Tuan aku sedang kesusahan sekarang maaf Tuan.” Jawab Gregor seadanya panik sambil terus berlari-lari seperti orang sinting.
Orang yang sedang menahan air besar itupun sudah tak kuat lagi dan berusaha mendobrak pintu kamar mandi “Bangsat! Kudobrak nih bangsat!” *Gubrak-gubrak* Gregor tak menjawab dan terus berlari, berputar-putar di kamar mandi itu. *Brakkk* Pintu kamar mandi itu pun lepas dan orang itu kaget melihat kelakuan Gregor. “Anjing! Kau sengaja bikinku berak di celana ya?” Seketika orang itu pun langsung melesatkan pukulan ke arah Gregor yang sedang berlari, namun sesaat sebelum pukulan itu mengenainya Gregor pun berhasil mencapai putaran ketiga dan Gregor pun pindah tempat lagi.
Gregor pun akhirnya berada di stadion lagi dan Gregor pun berhenti. Gregor pun terduduk dan memikirkan nasib orang yang tadi ingin buang air. Gregor sama sekali lupa dengan makhluk aneh tadi, Gregor malah membayangkan wajah orang yang kesal tadi. Ia membayangkan saat ini orang itu sedang buang air besar di kamar mandi umum dengan pintu kamar mandi yang rusak sambil mengeluarkan kata-kata kasar dari mulutnya.
Kali ini ia berada di sebuah ruangan seukuran kamar mandi normal pada umumnya “Hahaha jangan berhenti Gregor, teruslah berlari sebanyak langkah kakimu tadi.” ucap makhluk aneh itu. Gregor pun tetap berlari mengitari ruangan yang sempit itu “Hahaha cepatlah Gregor ada yang mendekat jangan sampai kau dihentikan olehnya.
“Kau sudah sinting ya! Aku hampir mati tadi, kembalikan aku makhluk aneh! Dan juga mengapa sekarang disini? Kamar mandi siapa ini?” Ucap Gregor sambil ngos-ngosan sekaligus dengan nada kesal sambil berlari berputar-putar di kamar mandi sempit itu.
“Hahahaha ini adalah kamar mandi umum dan saat ini ada orang yang sedang ingin buang air Hahaha. Lari terus lari Gregor hahaahha.”
“Hei bangsat cepat keluar aku sudah tak tahan, kau sedang apasih sebenarnya.” Ucap orang yang sedang menahan air besar itu kesal.
“Sabar Tuan aku sedang kesusahan sekarang maaf Tuan.” Jawab Gregor seadanya panik sambil terus berlari-lari seperti orang sinting.
Orang yang sedang menahan air besar itupun sudah tak kuat lagi dan berusaha mendobrak pintu kamar mandi “Bangsat! Kudobrak nih bangsat!” *Gubrak-gubrak* Gregor tak menjawab dan terus berlari, berputar-putar di kamar mandi itu. *Brakkk* Pintu kamar mandi itu pun lepas dan orang itu kaget melihat kelakuan Gregor. “Anjing! Kau sengaja bikinku berak di celana ya?” Seketika orang itu pun langsung melesatkan pukulan ke arah Gregor yang sedang berlari, namun sesaat sebelum pukulan itu mengenainya Gregor pun berhasil mencapai putaran ketiga dan Gregor pun pindah tempat lagi.
Gregor pun akhirnya berada di stadion lagi dan Gregor pun berhenti. Gregor pun terduduk dan memikirkan nasib orang yang tadi ingin buang air. Gregor sama sekali lupa dengan makhluk aneh tadi, Gregor malah membayangkan wajah orang yang kesal tadi. Ia membayangkan saat ini orang itu sedang buang air besar di kamar mandi umum dengan pintu kamar mandi yang rusak sambil mengeluarkan kata-kata kasar dari mulutnya.
0 Komentar