Temu Kangen dengan Elsa dan Anna

Penulis: Salsabila Az-Zahra
Penyunting: Ahmad Sulton Ghozali

sumber foto dari liputan6.com
Walt Disney Animation Studio akhirnya menyapa kembali para penggemar Queen Elsa dan Princess Anna melalui film terbarunya, Frozen II. Film ini sudah tayang di bioskop Indonesia mulai tanggal 22 November 2019. Film animasi yang disutradarai oleh Jeniffer Lee dan Chris Buck ini sukses memuaskan rasa penasaran penonton akan kelanjutan petualangan dari Elsa, Anna, Olaf, Kristoff, dan Sven. Disney merilis trailer pertama film Frozen II pada tanggal 13 Februari 2019. Trailer tersebut sudah dilihat sebanyak 116,4 juta kali dalam 24 jam pertama, sehingga menjadikannya trailer film animasi paling banyak dilihat kedua selama bulan November 2019.

Banyak fakta yang tersembunyi di balik pembuatan film Frozen II. Salah satunya bahkan dilakukan oleh sutradara dan produser film itu sendiri. Mereka melakukan penelitian langsung ke Norwegia, Finlandia, dan Islandia untuk mendapatkan beragam inspirasi selama proses pembuatan filmnya. Proses pembuatan film Frozen II yang sangat menguras tenaga dan pikiran ternyata membuahkan hasil yang setimpal. Frozen II dikemas dengan sangat baik hingga mampu menyentuh hati dan membuat kagum para penonton.

Jika Frozen I diiringi beberapa lagu yang tidak akan dilupakan oleh para penggemarnya, sekuelnya ini juga tidak mau kalah. Frozen II diiringi oleh beberapa lagu yang sama berkesannya, seperti All is Found. Grup band Panic! at the Disco turut menyumbang soundtrack film tersebut melalui lagu Into the Unknown.

Jennifer Lee dan Chris Buck memiliki ciri khas dalam setiap film buatannya, termasuk dalam Frozen I dan Frozen II. Mereka tidak luput memberikan sedikit “kisi-kisi” di bagian awal filmnya agar para penonton semakin penasaran dengan akhir ceritanya. Salah satunya mereka tampilkan di adegan awal film Frozen II, yaitu saat masa kecil Elsa dan Anna yang dinyanyikan lagu pengantar tidur oleh Queen Iduna, ibu mereka sendiri. Adegan tersebut ternyata sangat berarti di akhir cerita, bukan?

Elsa dan Anna juga selalu berhasil menjadi peringkat pertama dalam menarik perhatian. Kisah persaudaraan mereka membuat penonton merasa sangat terharu. Janji yang mereka ciptakan sejak awal menjadi kekuatan yang tidak terkalahkan. Setiap petualangan yang dilalui menjadi sangat berarti. Kisah cinta Kristoff dan Anna juga sangat menakjubkan. Adegan saat Kristoff mengutarakan perasaannya dengan menyanyikan lagu Lost in the Woods memang terkesan lebay. Namun, sekali lagi, Lee dan Buck mengemasnya dengan sangat baik, bahkan penuh jenaka.

Tidak dipungkiri bahwa Frozen II sudah banyak belajar dari film animasi sebelumnya. Para tokoh dialam film tersebut memberikan kesan yang beragam kepada para penonton, mulai dari sedih, haru, hingga romantis. Tak luput pula kesan jenaka yang banyak diberikan melalui sang manusia salju, yaitu Olaf. Tingkah polos dari manusia salju ciptaan Elsa itu sering mengundang gelak tawa para penonton.

Secara keseluruhan, film animasi Frozen II sangat menakjubkan, tidak pernah mengecewakan, dan tetap mempertahankan ciri khasnya. Sangat bagus sebagai rekomendasi film keluarga di penghujung tahun 2019.

Posting Komentar

0 Komentar