Tidak hanya hadiah ulang tahun Moh. Hatta, kemerdekaan menjadi hadiah terindah seluruh warga Indonesia.
Penulis: Salsabila Az-Zahra
Penyunting: Nurramadhina Assyifa Daradjat
Setelah pengeboman di Kota Nagasaki dan Hiroshima, Jepang, oleh Amerika Serikat, terjadi penurunan moral tentara Jepang yang ada di seluruh dunia. Pada 12 Agustus 1945, Jenderal Terauchi menemui Sukarno, Mohammad Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat di Dalat, Vietnam, untuk menyampaikan keputusan dari pemerintahan Jepang mengenai penyerahan kemerdekaan Indonesia kepada PPKI.
Tidak hanya Sukarno dan Radjiman yang mendengar keputusan tersebut dengan gembira, Mohammad Hatta juga bersenang hati. Didukung dengan hari tersebut, 12 Agustus adalah hari ulang tahunnya. Dilansir dalam Historia, Mohammad Hatta dalam Untuk Negeriku Jilid 3 mengungkapkan kebahagiaannya, “Dalam hati kecilku menganggap kemerdekaan sebagai hadiah jasaku yang telah sekian lamanya untuk kemerdekaan Indonesia.”
Menanggapi keputusan tersebut, pada 14 Agustus 1945, Sukarno, Moh. Hatta, dan Radjiman kembali ke Indonesia. Mereka juga mendapatkan ucapan selamat dari Jenderal Yamamoto dan pejabat Jepang lainnya sesampainya di Indonesia. Selain itu, di hari yang sama, Sutan Sjahrir, Wikana, dan Darwis mendengar Informasi bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu di kapal USS Missouri.
Mendengar kabar tersebut, para pemuda langsung memaksa Sukarno untuk memproklamasikan kemerdekaan secepatnya. Wikana mendesak untuk dinyatakan malam 15 Agustus 1945 di luar PPKI. Sebagai ketua dan wakil, Sukarno-Hatta memerintahkan Ahmad Soebardjo mengumpulkan semua anggota PPKI untuk rapat pada 16 Agustus 1945. Akan tetapi, Sukarno-Hatta tidak hadir.
Ketidakhadiran Sukarno-Hatta pagi itu disebabkan oleh golongan muda yang membawa mereka ke Rengasdengklok. Penculikan ini bertujuan agar golongan tua tidak berpengaruh dengan Jepang. Siang harinya, Mayor Jenderal Nishimura melarang rapat PPKI karena Jepang diperintahkan mempertahankan status quo. Tidak menyerah begitu saja, Sukarno tetap memaksa agar rapat tersebut tetap terlaksana. Namun, karena peraturan Jepang untuk tidak mengadakan rapat di atas jam 10 malam, rapat tersebut kembali batal dilakukan.
Pada akhirnya, 21 anggota PPKI dan para pemuda hadir di rumah Laksamana Maeda untuk merumuskan proklamasi. Dengan penyusunan matang, naskah proklamasi selesai disusun pada 17 Agustus 1945, pukul 4 pagi. Kemudian, pukul 10 pagi, tanggal 17 Agustus 1945, di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Sukarno dengan didampingi oleh Mohammad Hatta. Tidak hanya hadiah ulang tahun Moh. Hatta, kemerdekaan menjadi hadiah terindah untuk seluruh warga Indonesia.
Dilansir dari Historia dengan judul “Kemerdekaan Kado Ulang Tahun Hatta” oleh Hendri F. Isnaeni pada 12 Agustus 2014 melalui laman https://historia.id/politik/articles/kemerdekaan-kado-ulang-tahun-hatta-D85mv/page/3
Referensi
Corne, Kezia Veronica. (Agustus 2022). Sejarah Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 Lengkap dari Kekalahan Jepang hingga Proklamasi. Melalui laman https://www.inews.id/news/nasional/sejarah-kemerdekaan-indonesia-17-agustus-1945-lengkap-dari-kekalahan-jepang-hingga-proklamasi/3.
Maarif, Syamsyul Dwi. (Agustus 2022). Fakta-Fakta Kemerdekaan Indonesia dan Sejarah 17 Agustus 1945. Melalui Laman https://tirto.id/fakta-fakta-kemerdekaan-indonesia-dan-sejarah-17-agustus-1945-giwk.
0 Komentar