Lamb: Ketika Alam Membalas Dendam




Penulis: Sindra


Lamb merupakan film yang tayang pada tahun 2021. Film ini menceritakan tentang pasangan suami istri, Maria dan Ingvar, yang mendapatkan “anak” dari domba di peternakannya. Anak tersebut diberi nama Ada. Ada memiliki keunikan secara fisik: berkepala domba dan berbadan manusia. 

Maria dan Ingvar memperlakukan Ada selayaknya anak kandung. Maria dan Ingvar berusaha menjauhkan Ada dari hal-hal yang dapat membuatnya kehilangan “anak”-nya sekali lagi. Bahkan, Maria tak segan menembak ibu biologis Ada karena seringkali berusaha mendekati dan memanggil Ada. Singkat cerita, ayah biologis Ada, yang juga berbadan manusia dan berkepala domba, pada akhirnya membalaskan dendamnya dengan menembak Ingvar dan membawa Ada pergi bersamanya. Maria pun harus menerima kenyataan bahwa ia kehilangan suami dan anaknya.

Pepatah “apa yang kau tanam, itu yang akan kau tuai” sangatlah cocok dengan keadaan yang dihadapi Maria. Ia memberi makan egonya tanpa memikirkan hak-hak makhluk lain hingga alam pun meluapkan amarahnya dan merebut kembali apa yang jadi miliknya. Sebagai makhluk hidup, kita memang tidak sepatutnya mengambil apa yang bukan milik kita meski kita memiliki tujuan yang baik. 

Dari film ini, kita juga diingatkan untuk menjaga alam, termasuk segala hal yang ada di dalamnya. Manusia adalah bagian dari alam. Kita tidak dapat memisahkan diri darinya. Akan tetapi, perlu diingat juga bahwa bukan hanya kita yang hidup di alam. Justru, sebagai makhluk yang memiliki akal, kita semestinya dapat bertindak lebih bijak lagi. Bukanlah tidak mungkin jika suatu saat nanti alam akan menunjukkan kepada kita betapa kejamnya kita terhadap alam di masa sebelumnya. Tentu kita tidak ingin kehilangan orang terkasih, rumah, kenyamanan, dan sebagainya hanya karena kita tidak menjaga alam sebagaimana mestinya.

Terakhir, saya ingin membahas sedikit mengenai suasana yang dibangun dalam film ini. Selain dari keberadaan makhluk berwujud setengah manusia dan setengah domba, rasa horror dalam Lamb didukung oleh suasana film. Film tersebut sering menyorot suatu objek dalam dalam jangka waktu yang cukup lama. Selain itu, percakapan antartokoh dalam video juga tidaklah banyak. Hal-hal tersebut membuat Lamb terasa begitu sepi, mencekam, dan memberikan perasaan tidak nyaman bagi penonton.

Sebagai pengingat, mari penuhi hak-hak alam dan segala hal yang ada di dalamnya agar hak-hak kita tidak direbut suatu hari nanti!




(Sumber foto: YouTube A24)


Referensi:

https://dmtalkies.com/lamb-ending-explained-2021-film-a24-who-was-the-creature/ 


Posting Komentar

0 Komentar