Penulis: Lutfiah Yuniarni
Penyunting: Adinda R.Syam
“Setiap aspek yang ada di dalam film Pengabdi Setan 2: Communion dikemas dengan sangat baik. Mulai dari pencahayaan, pengambilan gambar, suara pendukung yang digunakan, hingga akting dari setiap karakter. Sangat disayangkan, ada satu hal yang kurang diperhatikan dalam penayangan film Pengabdi Setan 2: Communion.”
Saat ini, Indonesia digemparkan dengan salah satu film bergenre horror
yang ditunggu-tunggu, yaitu “Pengabdi Setan 2: Communion”. Film ini adalah
sekuel dari film dengan judul yang sama, “Pengabdi Setan”. Joko Anwar,
sutradara dari film ini juga menerima banyak penghargaan.
Sesuai dengan sinopsisnya, “Pengabdi Setan 2” menceritakan tentang berhasilnya penyelamatan diri yang dilakukan oleh Rini dan adik-adiknya ke sebuah rumah susun. Akan tetapi, berbagai kebenaran mulai terungkap di akhir. Pada sebuah malam penuh teror, Rini dan keluarga harus menyelamatkan diri, tetapi mungkin sudah terlambat untuk lari.
Setiap aspek yang ada di dalam film “Pengabdi Setan 2: Communion” dikemas dengan sangat baik. Mulai dari pencahayaan, pengambilan gambar, suara pendukung yang digunakan, hingga akting dari setiap karakter. Sangat disayangkan, ada satu hal yang kurang diperhatikan dalam penayangan film ini, yaitu tidak ada trigger warning yang di film ini.
Trigger warning adalah sebuah bentuk peringatan yang berada di awal tulisan, video, dan lain-lain, yang mengingatkan pembaca atau penonton bahwa tulisan atau video tersebut berisi konten yang bisa menimbulkan perubahan emosi (seperti rasa sedih atau trauma).
“Terus, apa pentingnya? Kenapa harus ada di dalam film Pengabdi Setan 2: Communion?”
Bagian penutup dari film inilah yang menjadi masalah. Berkali-kali film
ini memutar scene yang mengandung unsur flash. Hingga saat ini,
beredar petisi tentang perlunya pengadaan flash warning di film
ini.
Trigger warning tidak jarang disepelekan di berbagai film. Padahal, tanpa adanya trigger warning, seseorang bisa saja teringat terhadap sesuatu yang membuatnya trauma, misalnya pada seseorang yang mengidap PTSD.
PTSD atau post-traumatic stress disorder merupakan sebuah penyakit kejiwaan yang muncul setelah seseorang mengalami sebuah kejadian yang membuatnya trauma. Umumnya, seseorang yang mengidap PTSD akan menunjukkan beberapa reaksi saat PTSD-nya kambuh, seperti rasa panik yang hebat, mual, kesulitan bernapas, serangan jantung, dan lain-lain. Dari sini, dapat diketahui bahwa trigger warning merupakan hal yang tidak boleh dianggap ringan.
Tags: psychology, trigger warning, horror
0 Komentar