Penulis : Dian Saputra
Penyunting : Siti Sahira Aulia
You never forget your first love.
Bagi sebagian orang, cinta pertama boleh jadi satu fase dalam hidup yang sulit dilupakan. Cinta pertama biasanya dialami saat remaja. Saat remaja, rasa haus validasi yang tinggi seiring dengan proses pencarian jati diri agaknya menjadi pendorong kuat dalam menemukan cinta pertama. Banyak film yang mengangkat kisah romansa remaja, salah satunya adalah "Flipped".
Melalui "Flipped" (2010), Rob Reiner sebagai sang sutradara menyajikan penawar kehampaan hati untuk para penontonnya. Dengan tagline “you never forget your first love”, "Flipped" menjelma menjadi mesin waktu yang membawa penonton ikut “mengalami kembali” cinta pertama mereka. Meski telah tayang sejak 12 tahun yang lalu, Flipped menjadi, setidaknya, satu film teen-romance yang wajib ditonton sekali seumur hidup.
“The first day I met Bryce Loski, I flipped.”
"Flipped" berkisah tentang dua remaja bernama Bryce Loski (Callan McAuliffe) dan Juli Baker (Madeline Carroll) yang jatuh cinta pada waktu yang berbeda. Mereka berjumpa pertama kali saat Bryce baru saja pindah ke perumahan yang ditinggali Juli di tahun kedua sekolah dasar. Sejak saat itu, Juli percaya, Bryce adalah cinta sejatinya. Kendati demikian, Bryce risih, bahkan menganggapnya sebagai gadis yang aneh.
Berbagai usaha dilakukan Juli demi memikat hati Bryce. Ia percaya, sikap tak acuh yang Bryce tunjukkan hanya karena laki-laki itu malu mengakui perasaannya sendiri. Namun, pada tahun keenam sekolah dasar, semangat Juli mulai kendur saat Bryce terang-terangan mendekati gadis populer di sekolah mereka. Puncaknya, pada tahun pertama sekolah menengah, Bryce banyak menunjukkan sikap yang membuatnya kecewa sehingga Juli mulai mempertanyakan kembali perasaan laki-laki itu terhadapnya.
“... and I realized that Garrett was right about one thing: I had flipped. Completely.”
Bagai bumerang, benih-benih cinta pada diri Bryce perlahan tumbuh di kala antusiasme Juli mulai mereda. Ia merindukan sikap Juli yang menyebalkan. Ia mulai memahami sikap keras kepala Juli, terlebih sejak kehadiran kakeknya yang justru menyukai ketangguhan gadis itu. Juli yang tak acuh justru lebih mengganggu daripada Juli yang kepala batu.
Berlatar akhir tahun 1950-an, "Flipped" menyajikan nuansa vintage yang sangat memanjakan mata. Scoring dan soundtrack khas tahun-tahun itu menemani penonton dalam mengikuti kisah Bryce dan Juli. Gaya percintaan khas remaja pada masa itu pun turut membangun suasana retro yang kentara. Bagi pencinta film berlatar zaman dulu, tentu hal ini akan sangat menyenangkan.
Tak hanya itu, penceritaan "Flipped" disajikan dari dua sudut pandang pemeran utamanya. Penceritaan seperti ini membuat penonton dapat memahami perasaan tiap-tiap tokoh utama. Melalui sudut pandang Bryce, penonton diajak merasa sebal dengan tingkah Juli yang keras kepala. Sementara itu, melalui sudut pandang Juli, penonton turut greget dengan sikap Bryce yang tidak peka.
Dua contoh penggalan dialog paling menarik dalam film ini adalah saat Bryce dan Juli bergumam dalam hati. Pronomina posesif yang mereka gunakan menunjukkan hasrat ingin memiliki. Apalagi, gumaman tersebut mereka utarakan saat percikan rasa cemburu sedang panas-panasnya membakar hati.
“... and there she was holding hands with Bryce. My Bryce.”
“... because less than twenty feet away from me was July, my July, with Eddie Trulock.”
Keluguan remaja dalam proses menuju kedewasaan inilah yang menjadi daya tarik paling kuat dari film ini. Penonton bukan disajikan dengan kisah cinta monyet yang dramatis dan berlebihan. Sebaliknya, kisah cinta mereka ditayangkan apa adanya, perlahan-lahan, dan tak tiba-tiba. Kepolosan Bryce dan Juli dalam memahami perasaan masing-masing mampu menyuburkan bunga-bunga di hati para penonton.
"Flipped" menjelma menjadi mesin waktu. Film ini membuka lembaran lama penonton kala bertemu cinta pertama. Pun bagi yang belum pernah merasakannya, "Flipped" menawarkan pengalaman menonton yang patut dipertimbangkan.
0 Komentar