Tragedi Gempa Cianjur Menimbulkan Kerusakan Properti dan Korban Jiwa

 


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan sejumlah rumah sakit Cianjur melaporkan bahwa terdapat 162 orang meninggal dunia serta sekitar lebih dari 1.000 orang luka-luka.


Penulis: Mimi Ayudia Triani

Penyunting: Adin


Pada tanggal 21 November 2022, warga dikejutkan dengan gempa yang terasa pada ukul 13.21 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa pusat gempa ini berasal dari 10 km arah barat daya dari Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dengan kedalaman gempa 10 km. Secara astronomis, letak pusat gempa berada di 6,840 LS dan 107,050 BT.


Meskipun gempa bermagnitudo (M) 5,6 tersebut berpusat di Kabupaten Cianjur, tetapi gempa tersebut juga turut dirasakan oleh warga di sekitar Sukabumi, Bogor, Bandung, hingga Depok. Bahkan, daerah bagian Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat melaporkan getaran dari gempa yang terasa kuat selama beberapa detik.


Daryono, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, menjelaskan bahwa Cianjur merupakan salah satu dari beberapa wilayah di Jawa Barat yang termasuk sebagai kawasan seismik aktif. Hal tersebut mengartikan bahwa Cianjur merupakan wilayah rawan gempa. Tak hanya itu, Daryono juga menjelaskan wilayah Cianjur rentan terkena gempa dangkal atau shallow crustal earthquake. Gempa dangkal merupakan gempa dengan hiposentrum berada kurang dari 60 km dari permukaan bumi. Inilah penyebab mengapa gempa M 5,6 tersebut menyebabkan kerusakan lebih dari 2.345 unit yang begitu parah di Cianjur.


BMKG mengabarkan bahwa gempa ini tidak disertai dengan tsunami. Namun, warga masih tetap harus waspada karena adanya kemungkinan gempa susulan.


Sejauh ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan sejumlah rumah sakit Cianjur melaporkan bahwa terdapat 162 orang meninggal dunia serta sekitar lebih dari 1.000 orang luka-luka.


Tags: gempa, gempa Cianjur, tragedi, korban, kerusakan

Posting Komentar

0 Komentar