Film Kembang Api: Ketika Kilauan Cahaya Menyembunyikan Gelapnya Kehidupan

Penulis : Zahra Raudhatul Jannah
Penyunting : Virlia Sakina Ramada

Beberapa waktu lalu, tepatnya pada tanggal 10 September 2024, dunia memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Internasional atau World Suicide Prevention Day (WSPD). Hari peringatan ini telah ditetapkan secara resmi oleh World Health Organization (WHO) sejak tahun 2003 dengan tujuan untuk memperkuat komitmen bersama dalam mencegah segala bentuk upaya bunuh diri. Hari peringatan itu ditetapkan  karena terdapat lebih dari 720.000 kasus kematian akibat bunuh diri setiap tahunnya. Melihat jumlah yang mengejutkan ini, para kreator, khususnya yang bekerja di industri film, merasa terdorong untuk mengangkat isu ini ke layar lebar. Bagi mereka, film bukan hanya sekadar hiburan, melainkan juga cerminan dari realitas sosial masyarakat dan sarana efektif untuk menyampaikan pesan kepada para penontonnya. Salah satu contoh nyata dari upaya ini adalah film Kembang Api yang mengandung banyak nilai-nilai kehidupan di dalamnya.

Kembang Api merupakan sebuah film drama Indonesia yang dirilis pada tahun 2023. Film yang disutradarai oleh Herwin Novianto ini berhasil menyita perhatian penonton dengan mengangkat isu kesehatan mental yang cukup sensitif.  Melalui pengadaptasian sebuah film Jepang berjudul 3ft Ball & Souls, film ini mengisahkan tentang sekelompok orang dengan latar belakang berbeda yang memutuskan untuk mengakhiri hidup bersama-sama dengan cara meledakkan sebuah bola kembang api raksasa. Namun, anehnya, setiap kali mereka mencoba untuk meledakkan kembang api raksasa tersebut, mereka akan kembali lagi ke keadaan semula, ketika mereka merencanakan pertemuan untuk melakukan tindakan bunuh diri. Kembang api yang dipersiapkan tidak meledak dan mereka tidak terbunuh. Kejadian yang sama terus menerus terjadi secara berulang, mulai dari percobaan meledakkan kembang api raksasa yang tidak meledak, hingga pada akhirnya mereka memutuskan untuk menyerah dan berbagi kisah satu sama lain.

Melalui penggunaan alur time loop, film ini berhasil menciptakan pengalaman menonton yang berbeda dan belum pernah ada sebelumnya di perfilman Indonesia. Film ini juga dapat dikatakan sebagai salah satu film Indonesia yang unik karena jarang sekali, atau bahkan belum pernah ada film Indonesia yang mengusung alur demikian. Alur cerita yang penuh kejutan dan dialog para tokoh yang mengharukan, juga berhasil mengaduk-aduk emosi penonton. Bukan hanya itu, secara tidak langsung, film ini memberikan pesan penting bagi para penonton mengenai betapa pentingnya isu kesehatan mental. Semua orang bisa saja terkena gangguan kesehatan mental, tanpa memandang usia atau latar belakang lainnya.

Film ini juga menyiratkan pesan bahwa semua permasalahan yang ada pasti memiliki jalan keluar dan bunuh diri bukanlah sebuah penyelesaian. Ada sebuah pepatah dalam bahasa Jawa yang menjadi nilai penting dalam film ini, pepatah tersebut berbunyi urip iku urup. Urip berarti 'hidup', iku berarti 'itu', dan urup berarti 'nyala' atau 'menyala'. Pepatah tersebut bermakna bahwa dalam kehidupan ini kita harus dapat menjadi sosok yang menyala, yang memberikan manfaat bagi orang lain, seperti nyala lentera yang dapat menerangi sekitarnya.

Film ini cocok sekali untuk disaksikan bersama keluarga, karena bukan hanya menghibur, film ini juga memberikan banyak pelajaran berharga sekaligus mengajak penonton untuk merefleksikan dirinya terhadap permasalahan yang ada di sekitar atau merefleksikan kesehatan mentalnya. 

Referensi:
Mishry, Fairuz El. (2022). Urip Iku Urup: Altruisme yang Terkemas dalam Budaya Jawa. Diakses pada 15 September 2024, dari https://kumparan.com/fairuz-el-mishry/urip-iku-urup-altruisme-yang-terkemas-dalam-budaya-jawa-1z1dKgLNczm

Wulandari, Zhafira. (2024). Hari Pencegahan Bunuh Diri Internasional 2024: Komunikasi Menjadi Kunci. Diakses pada 17 September 2024, dari https://ilkom.fikom.unpad.ac.id/hari-pencegahan-bunuh-diri-internasional-2024-komunikasi-menjadi-kunci/#:~:text=Sejak%20tahun%202003%20lalu%2C%20tanggal,Hari%20Pencegahan%20Bunuh%20Diri%20Sedunia.

Grehenson, Gusti. (2024). Peringati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, UGM Perkuat Komitmen Ruang Belajar Aman. Diakses pada 15 September 2024, dari https://ugm.ac.id/id/berita/peringati-hari-pencegahan-bunuh-diri-sedunia-ugm-perkuat-komitmen-ruang-belajar-aman/#:~:text=World%20Suicide%20Prevention%20Day%20diperingati,akibat%20bunuh%20diri%20setiap%20tahunnya

Posting Komentar

0 Komentar